MAKALAH
STERATEGI
BELAJAR DAN MENGAJAR SEKOLAH DASAR
“METODE
RESITASI”

Disusun
oleh:
Nama : Epik Satriya
Nim :1607061281
Kelas :D7
Perodi :PGSD
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP
PERSADA KHATULISTIWA SINTANG
TAHUN
2017/2018
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, serta inayah-Nya, karena kami masih diberi kesempatan untuk
menyelesaikan makalah mengenai “Metode Resitasi”. Makalah ini ditulis sebagai
tugas indiviu untuk mata kuliah SBD SD. Dengan membaca Makalah ini, diharapkan
para pembaca dapat menambah ilmu pengetahuan. Tidak lupa kami ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam mengerjakan makalah ini,
sehingga makalah ini dapat selesai pada
waktunya. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini
memiliki banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik, saran,
petunjuk, pengarahan, dan bimbingannya dalam penyusunan makalah.
Semoga
makalah ini bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu
pengetahuan bagi kita semua dan dapat memberikan informasi bagi pembaca. Amin
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
...................................................................................................... i
Daftar Isi
................................................................................................................ ii
Bab I
Pendahuluan
...........................................................................................................
1
Latar Belakang
.......................................................................................................
1
Rumusan Masalah
..................................................................................................
2
Tujuan ......................................................................................................................
2
Bab II
Pengertian
..................................................................................................
3
Kelebihan...................................................................................................
4
Kelemahan
............................................................................................... 5
Mengatasi
Kelemahan .............................................................................
5
Bab III Penutup
Kesimpulan ........................................................................................................... 6
Daftar Pustaka ......................................................................................................
7
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Dalam interaksi belajar
mengajar, metode-metode memegang peranan yang sangat penting. Metode dalam
kegiatan pengajaran sangat bervariasi, pemilihannya disesuaikan tujuan
pengajaran yang hendak dicapai. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan
tugasnya dengan baik bila tidak dapat menguasai satu atau beberapa metode
mengajar. Olehnya itu guna pencapaian tujuan pengajaran, maka pemilihan metode
dalam mengajar harus tepat. Dengan demikian diharapkan kegiatan pengajaran dan berlangsung
secara berdaya guna dan bernilai guna.
Metode pembelajaran
atau strategi mengajar adalah suatu cara menyampaikan pesan yang terkandung
dalam kurikulum. Metode harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
Metode pembelajaran ini, menjawab pertanyaan “how” yaitu bagaimana menyampaikan
materi atau isi kurikulum kepada siswa secara efektif. Oleh karenanya, walaupun
metode pembelajaran adalah komponen yang kecil dari perencanaan pengajaran
(instructional plan), tetapi memiliki peran dan fungsi yang sangat penting
dalam proses belajar itu sendiri.
Dalam proses mengajar,
seorang pendidik tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode mengajar,
akan tetapi harus menggunakan beberapa metode mengajar yang digunakan secara
bervariasi agar pengajaran tidak membosankan. Sebaliknya dapat menarik
perhatian siswa. Meski penggunaan metode bervariasi tidak akan menguntungkan
proses interaksi belajar mengajar bila penggunaan metode tidak tepat dengan
situasi pengajaran yang mendukungnya. Disinilah dituntut kompetensi guru dalam
pemilihan metode pengajaran yang tepat. Oleh karena itu pemilihan dan
penggunaan metode yang bervariasi tidak selamanya menguntungkan, bila guru
mengabaikan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya. Dalam makalah ini,
Kami akan membahas salah satu metode mengajar yang sering digunakan oleh guru
dalam proses interaksi belajar mengajar, yaitu metode pemberian tugas.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana pengertian/definisi dari metode
pemberian tugas?
2. Bagaimana kelemahan dan kelebihan metode
pemberian tugas?
3. Bagaimana kelemahan dan kelebihan metode
pemberian tugas jika diterapkan untuk mata pelajaran sejarah ?
C.
TUJUAN
1. Mendeskripsikan
pengertian/definisi dari metode pemberian tugas
2. Mendeskripsikan
kelemahan dan kelebihan metode pemberian tugas secara umum
BAB
II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN/DEFINISI METODE
PEMBERIAN TUGAS
Tugas biasa diberikan oleh guru
setelah usai suatu topik bahasan atau penjelasan yang dilakukan di dalam kelas.
Selain itu tugas juga diberikan ketika guru harus meninggalkan kelas
dikarenakan suatu kepentingan tertentu atau sebagai dampak dari kegiatan
ceramah guru atau dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Misalnya pemberian
PR mata pelajaran sejarah oleh guru, pengerjaan LKS (Lembar Kerja Siswa),
penugasan guru agama untuk mencatat ceramah yang ada di televisi, dll. Metode
penugasan menjadi salah satu cara penyampaian pengajaran yang dirancang untuk
peserta didik agar bersemangat untuk mencari dan menemukan sendiri
jawaban-jawaban tugas yang diberikan oleh guru (Syaiful Sagala, 2005:219).
Melihat dari penjelasan diatas,
metode pemberian tugas dapat diartikan sebagai suatu cara interaksi belajar
mengajar yang ditandai dengan adanya tugas dari guru untuk dikerjakan oleh
peserta didik di sekolah ataupun di rumah secara perorangan atau berkelompok.
Metode pemberian tugas atau resitasi dapat juga diartikan sebagai cara
penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar murid
melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertangunggjawabkannya. Tugas yang
diberikan oleh guru dapat memperdalam bahan pelajaran, dan dapat pula
mengecek bahan yang telah dipelajari.
Tujuan dari penggunaan metode pemberian tugas adalah untuk merangsang anak
untuk aktif belajar baik secara individual maupun kelompok.
Dengan
pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan rumah karena metode
pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan
dipertanggung jawabkan. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah, atau dirumah atau
di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut, tuga
ini bisa diselesaikan baik secara individu atau kelompok. Tujuannya untuk
melatih atau menunjang keterpahaman siswa
terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler, juga
melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. Lingkup kegiatannya adalah
tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap muka. Tugas ditetapkan
batas waktunya, dikumpulkan, diperiksa, dinilai, dan dibahas tentang hasilnya.
Dari
pengertian di atas dapat dipahami bahwa, guru memberikan pekerjaan kepada siswa
berupa soal soal untuk dijawab atau dikerjakan yang selanjutnya diperiksa oleh
guru. Misal dalam pemberian tugas guru menyuruh siswa membaca dan menambahkan
tugas. Teknik pemberian tugas atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan
agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan
latihan-latihan selama mengerjakan tugas. Dari proses seperti itu, siswa dalam
mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi akibat pendalaman dan pengalaman
siswa yang berbeda-beda pada saat menghadapi masalah atau situasi yang baru.
Disamping itu, siswa juga dididik untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, aktivitas dan rasa tanggung
jawab serta kemampuan siswa untuk memanfaatkan waktu belajar secara efektif
dengan mengisi kegiatan yang berguna dan konstruktif.
Bagi
seorang guru dalam menerapkan metode pemberian tugas tersebut diharapkan
memperjelas sasaran atau tujuan yang ingin dicapai kepada siswa. Demikian
halnya dengan tugas sendiri, jangan sampai tidak dipahami dengan jelas oleh
siswa tentang tugas yang harus dikerjakan. Dalam penggunaan teknik pemberian
tugas atau resitasi, siswa memiliki kesempatan yang besar untuk membandingkan
antara hasil pekerjaannya dengan hasil pekerjaan orang lain. Siswa juga dapat
mempelajari dan mendalami hasil uraian orang lain. Kesemuanya itu dapat
memperluas cakrawala berfikir siswa, meningkatkan pengetahuan dan menambah
pengalaman berharga bagi siswa.
Dari
beberapa uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa pemberian tugas adalah metode
yang digunakan guru dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan
tanggung jawab belajar berdasarkan petunjuk guru secara langsung atau tidak
langsung guna memperjelas sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan metode
ini siswa dapat mengenali fungsinya secara nyata. Tugas dapat diberikan kepada
kelompok atau perorangan. Dalam memberikan tugas keadaan siswa, guru harus
memperhatikan hal-hal seperi beriku: tujuan penugasan, bentuk pelaksanaan
tugas, manfaat tugas, bentuk pekerjaan, tempat dan waktu penyelasaian tugas,
memberikan bimbingan dan dorongan, serta memberikan penilaian. Adapun
jenis-jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa yang dapat membantu
berlangsungnya proses belajar mengajar adalah tuas membuat rangkuman, tugas
membuat makalah, menyelesaikan soal, tugas mengadakan observasi, tugas praktek
dan tugas mempresentasikan hasil observasi.
2. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN METODE
PEMBERIAN TUGAS
Kegiatan Belajar mengajar dengan
menggunakan metode pemberian tugas, memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan.
Kelemahan dan keelbihan metode tersebut akan di paparkan pada sub-bab berikut
ini.
A. Kelebihan Metode Pemberian Tugas
Menurut
(Syaiful Sagala, 2005:219) metode pemberian tugas memiliki beberapa kelebihan
antara lain:
a)
Pengetahuan yang diperoleh murid dari
hasil belajar, hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat dan
bakat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih meresap, tahan lama dan lebih
otentik.
b)
Siswa memiliki kesempatan memupuk
perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri
sendiri.
c)
Tugas dapat lebih meyakinkan tentang apa
yang telah dipelajari dari guru, lebih memperkaya atau memperluas wawasan
tentang apa yang telah dipelajari.
d)
Tugas dapat membina kebiasaan siswa
untuk mencari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi. Hal ini sangat
diperlukan ketika sarana informasi dan komunikasi sudah semakin maju seperti saat
ini.
e)
Metode ini dapat membuat siswa bergairah
dalam belajar karena dilakukan dengan bervariasi sehingga tidak membosankan.
Sedangkan menurut (Mulyani Sumantri &
Johan Permana, 1998/1999:152) kelebihan lain adalah metode pemberian tugas
dapat membina tanggung jawab dan disiplin peserta didik, serta dapat
mengembangkan kretivitas peserta didik.
B. Kelemahan Metode Pemberian Tugas
Adapun
kelemahan-kelemahan dari metode pemberian tugas ini antara lain.
a)
Apabila tugas terlalu banyak diberikan
atau hanya sekedar melepaskan tanggung jawab bagi guru, apalagi bila
tugas-tugas itu sukar dilaksanakan, hal ini dapat mempengaruhi ketegangan
mental.
b)
Seringkali siswa hanya melakukan
penipuan diri dimana mereka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mengalami
peristiwa belajar.
c)
Sulit mengontrol peserta didik, apakah
tugas yang diberikan dikerjakan sendiri ataukah dikerjakan oleh orang lain.
d)
Sulit memberikan tugas yang sesuai
dengan kemampuan masing-masing individu peserta didik.
e)
Tugas yang terlalu banyak seringkali menimbulkan
beban dan keluhan peserta didik.
f)
Tugas kelompok dikerjakan oleh orang
tertentu atau anggota kelompok yang rajin dan pintar.
C.
Cara Mengatasi Kelemahan-kelemahan
Metode Pemberian Tugas
Ada
beberapa cara untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode pemberian tugas
ini, antara lain:
a)
Tugas yang diberikan kepada siswa
hendaknya jelas, sehingga mereka mengerti apa yang harus dikerjakan.
b)
Tugas yang diberikan kepada siswa dengan
memperhatikan kemampuan masing-masing individu.
c)
Waktu untuk menyelesaikan tugas harus
cukup.
d)
Adanya kontrol atau pengawasan secara
sistematis atas tugas yang diberikan
sehingga mendorong siswa untuk belajar dnegan sungguh-sungguh.
e)
Tugas yang diberikan hendaklah
mempertimbangkan:
o
Menarik minat dan perhatian siswa.
o
Mendorong siswa untuk mencari, mengalami
dan menyampaikan.
o
Diusahakan tugas untuk siswa bersifat
praktis dan ilmiah.
o
Bahan pelajaran yang ditugaskan agar
diambilkan dari hal-hal yang dikenal oleh siswa.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
·
Definisi dari metode pemberian tugas
atau resitasi adalah suatu cara interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan
adanya tugas dari guru untuk dikerjakan oleh peserta didik di sekolah ataupun
di rumah secara perorangan atau berkelompok.
·
Metode pemberian tugas atau resitasi
cocok digunakan apabila tugas yang diberikan besifat variasi, jadi tidak
membosankan. Namun pemberian tugas oleh guru juga harus didasarkan pada
kemampuan masing-masing individu dalam mencerna materi yang diberikan oleh
guru.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumantri, Mulyani dan Permana, Johan. 1999. Strategi
Belajar-Mengajar. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.
Syaiful, Sagala. 2012. Supervisi Pembelajaran.
Bandung : Alfabeta.